} h3.post-title{ text-align: center; } .post-title {text-align:center;} -->

Makna Wasathiyah dalam Kebenaran

MAKNA WASATHIYAH DALAM KEBENARAN

Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah


📌 فائدة  في معنى وسطية الحق 

Faidah tentang Makna Wasathiyah dalam Kebenaran

جاء في البخاري من حديث أبي سعيد رضي الله عنه قال قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " { وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا } - قَالَ : عَدْلًا . 

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat: "{Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu umat yang wasath}" - beliau berkata, "adil" dalam makna pertengahan (wasath).

📍سؤال ما هو وجه اختيار لفظ الوسطية في التعبير عن العدل في هذا المقام ؟

Pertanyaannya adalah, mengapa dipilih istilah "al-wasathiyah" untuk mengungkapkan keadilan dalam konteks ini?

الجواب : 📍لأنه هو المناسب للمقام.

 فالمقام  مقام رد على باطل وأهله و مقام نصرة للحق وأهله . 

Jawabannya: karena itu yang sesuai dengan konteksnya. 

Karena dalam konteks ini, keadilan memiliki dua sisi, yaitu menolak kebatilan dan pendukungnya, serta mendukung kebenaran dan pendukungnya.

Tipu Daya Iblis Kepada Ahli Hadis

 تلبيس إبليسَ على أصحاب الحديث

TIPU DAYA IBLIS KEPADA AHLI HADIS

Ditulis oleh: 

📌فوائد📌 

‏قال ابن الجوزي رحمه الله في التلبيس :

Faedah :

Ibnu al-Jawzi, semoga Allah merahmatinya, berkata dalam kitabnya "At-Talbis":

ومِن تلبيس إبليسَ على أصحاب الحديث : 

قدْحُ بعضِهم في بعض؛ طَلبًا للتَّشفِّي، ويُخرجون ذلك مَخرج الجرح والتَّعديل الذي استعمله قُدماء هذه الأمَّة للذَّبِّ عن الشَّرع، واللهُ أعلمُ بالمقاصِد.( تلبيس إبليس ص: 105)

Termasuk dalam tipu daya Iblis terhadap para ahli hadis adalah mencela satu sama lain sebagai bentuk pelampiasan perasaan, dan mereka membenarkan perbuatan tersebut dengan menyebut metode AL-JARH WAT-TA'DIL yang digunakan oleh para ulama zaman dahulu untuk melindungi atau menjaga kemurnian syariat. Namun, Allah lebih mengetahui tentang tujuan dan niat mereka. 

(Dari kitab "Talbis Iblis" halaman 105)

Pengaruh Para Pengikut Pada Orang yang Diikuti - 2

فائدة منهجية دعوية في

سطوة الأتباع
PENGARUH PARA PENGIKUT

Terjemah bebas dari:
t.me/collectionofqnawithahmadbanajah/1000

Part 1  |   Part 2

📌من إبرازات "سطوة التابع على المتبوع" في كلام ابن تيمية رحمه قوله  :

Salah satu penekanan tentang "pengaruh pengikut atas yang diikuti" dalam perkataan Ibnu Taimiyah, rahimahullah, adalah ucapan beliau:

📍استغن عمن شئت تكن نظيره وأفضل على من شئت تكن أميره؛ واحتج "من الحاجة" إلى من شئت تكن أسيره. 

Cukupkanlah engkau untuk tidak butuh kepada siapapun yang engkau kehendaki maka engkau akan menjadi seimbang/sama dengan dia, butuhlah engkau kepada siapa yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.

📍وكل من علق قلبه بالمخلوقات أن ينصروه أو يرزقوه أو أن يهدوه خضع قلبه لهم؛ وصار فيه من العبودية لهم بقدر ذلك؛ وإن كان في الظاهر أميرا لهم مدبرا لهم متصرفا بهم؛ فالعاقل ينظر إلى الحقائق لا إلى الظواهر.

Setiap orang yang mengikat hatinya pada makhluk ciptaan, baik dengan meminta pertolongan, rezeki, atau penghargaan, maka hatinya tunduk kepada mereka. Dan hatinya menjadi budak bagi mereka sejauh itu. Bahkan jika ia nampak menjadi pemimpin mereka, pengatur atau pelaksana atas mereka, orang yang bijak melihat pada hakikatnya, bukan pada penampilannya.

Pengaruh Para Pengikut Pada Orang yang Diikuti

فائدة منهجية دعوية في

سطوة الأتباع
PENGARUH PARA PENGIKUT

Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah

Terjemah bebas dari:
t.me/collectionofqnawithahmadbanajah/777

Part 1  |   Part 2


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا وبعد : 

Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabat-sahabatnya serta selamat sejahtera banyak-banyak kepada kita semua. Setelah itu :

إذا تأملت القضايا المطروحة على الأفكار مهما اختلفت تجدها ترجع إلى قواعد كلية أساسية تكون كالمنطلق لتلك الجزئيات وبها يتحدد النوع والجهة ليسهل تقييم المنطق وتعامل العقول معها وإن مما يثير غاية العجب في خلدي من ذلك هو نوع من القضايا تتفق في أنها في غاية الوضوح و التأثير على الفكر والمعاش معا سلبا أو إيجابا ولكن ليس لك أن تطرح تلك القضية لبيان أهميتها وعظيم تأثيرها إلا بعد أن تثبت وجودها أصلا!

Jika Anda memperhatikan isu-isu yang dibahas dalam pemikiran, apapun perbedaannya, Anda akan menemukan bahwa semuanya berasal dari prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar bagi bagian-bagian tersebut. Dengan prinsip tersebut, jenis dan arah isu tersebut dapat ditentukan sehingga mudah dinilai secara logika dan diatasi oleh akal. Salah satu hal yang sangat mengherankan bagi saya adalah jenis isu yang sangat jelas dan berdampak pada pemikiran dan kehidupan, baik secara negatif maupun positif, namun Anda tidak dapat membahas isu tersebut untuk menunjukkan pentingannya dan dampaknya yang besar kecuali setelah terbukti keberadaannya terlebih dahulu!

Faedah Asasiyah Sebelum Berbicara Permasalahan Khilafiyah

 قبل الكلام على أي مسألة من مسائل العلم المختلف فيها

SEBELUM BERBICARA DALAM MASALAH APA PUN DARI MASALAH-MASALAH ILMU YANG PADANYA ADA PERBEDAAN PANDANGAN

Ditulis oleh :
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah

Terjemah bebas dari:
فائدة أصولية مهمة لطالب العلم: 

Faedah Asasiyah yang Penting Diketahui Oleh Pelajar Ilmu Syar'i :

مما ينبغي لطالب العلم قبل الكلام على أي مسألة من مسائل العلم المختلف فيها أن يحرر موضع النزاع ومناط الخلاف 

Sebelum membicarakan suatu masalah dalam bidang ilmu yang padanya ada perbedaan pandangan, seorang pelajar ilmu harus memahami dengan jelas titik perselisihan dan daerah konflik yang ada dalam masalah tersebut.

ولن يتم ذلك إلا بعد سبر الأقوال وحججها في ذلك الخلاف وترتيبها على منوال سلفي صحيح ،

Hal ini tidak dapat dicapai kecuali dengan memeriksa dengan teliti argumen dan bukti-bukti yang terkait dengan kontroversi tersebut, dan menatakannya berdasarkan kerangka metode yang benar menurut cara para salaf.

Mengambil Ilmu atau Manfaat Ilmiah dari Orang yang Diketahui Terjatuh dalam Bid'ah

 الأخذ عن من عرف عنه الوقوع في بدعة  

MENGAMBIL ILMU ATAU MANFAAT ILMIAH DARI ORANG YANG DIKETAHUI TERJATUH DALAM BID'AH

Terjemah bebas dari:
https://t.me/collectionofqnawithahmadbanajah/1490

السائل : السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. هل يفرق بين قراءة كتب من عرف ببدعة ( لأجل الإستفادة) وبين مجالستهم ؟ أو كلاهما لا يجوز ؟

Penanya: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Apakah ada perbedaan antara membaca buku-buku dari seseorang yang diketahui terjerumus dalam bid'ah (untuk mendapatkan manfaat) dan duduk bersama dengan mereka (mulazamah ilmu)? Atau keduanya tidak diperbolehkan?

Dijawab oleh:

الجواب : 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Jawabannya:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

📍أولا : 

اعلم أن الأصل في الأخذ عن أهل البدع ومجالستهم هو المنع سدا لذريعة الضرر وهذا المعنى هو الذي دل عليه قول الله تعالى : ﴿وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ  الآية ﴾ [الأنعام:٦٨].

📍Pertama-tama:

Ketahuilah bahwa prinsip asalnya dalam mengambil ilmu dari orang-orang yang terjerumus dalam bid'ah dan bergaul dengan mereka adalah terlarang, dalam rangka untuk mencegah terjadinya bahaya. Ini adalah makna yang disampaikan oleh firman Allah ta'ala: "Dan apabila kamu melihat orang-orang yang berbicara tentang ayat-ayat Kami dengan mengolok-olokkan, maka berpalinglah dari mereka..." (QS. Al-An'am: 68).

Faedah Manhajiyah tentang Istiqamah

FAEDAH MANHAJIYAH TENTANG ISTIQAMAH

Ditulis oleh:

Terjemah bebas dari:


📌📌فائدة قرآنية منهجية :

📌📌 Faedah Manhajiyah dari Al-Quran:

قال الله تعالى : 

{ فَٱسۡتَقِمۡ كَمَاۤ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡا۟ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِیرࣱ (112) وَلَا تَرۡكَنُوۤا۟ إِلَى ٱلَّذِینَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنۡ أَوۡلِیَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ (113) وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَیِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفࣰا مِّنَ ٱلَّیۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَـٰتِ یُذۡهِبۡنَ ٱلسَّیِّـَٔاتِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّ ٰ⁠كِرِینَ (114) وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ (115) }

Allah ta'ala berfirman : "Maka teguhkanlah dirimu sebagaimana engkau telah diperintahkan dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu bersandar kepada orang-orang yang zalim, karena nanti kamu akan merasakan api neraka, dan tidaklah kamu mempunyai pelindung selain Allah, kemudian kamu tidak akan ditolong. Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang dan waktu malam yang dekat dengan siang. Sesungguhnya kebaikan-baikan itu menghilangkan keburukan-keburukan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat (Allah). Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (QS. Hud: 112-115)


هذه الآيات جمعت من المفاهيم الدينية ما يعجز اللسان عن وصفها والقلم عن رسمها ومن تلك المفاهيم الدينية مفاهيم منهجية عملية أجملها في خمسة مفاهيم :

Ayat-ayat ini mengumpulkan konsep-konsep keagamaan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata dan tidak dapat digambarkan dengan pena. Dari konsep-konsep keagamaan tersebut, terdapat konsep-konsep manhajiyah yang lebih praktis, yang terdiri dari lima konsep:

📍المفهوم الأول

بيان معنى الاستقامة من جهة بيان أضدادها وهي هنا بمعنى الوسطية في الدين بين طرفي الطغيان والركون.

📍Konsep Pertama 

Menjelaskan makna istiqamah dengan mengungkapkan lawannya, yang di sini berarti pertengahan (adil) dalam agama di antara dua kutub ekstrim yaitu kezaliman (melampau) dan kelalaian (meremehkan).

Faedah Manhajiyah tentang Tamayyuz

FAEDAH MANHAJIYAH TENTANG TAMAYYUZ

Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah

Terjemah bebas dari:

📌فائدة منهجية : 

Faidah Manhajiyah :

إن التميز عن أهل الباطل بالثبات على الحق هو تحقيق للهدى والاستقامة ولن يكون كذلك إلا إذا جرد من تلك الأغاليط التي شوه بها بعضهم مفهوم التميز حتى جنحوا به إلى ذات التعصب الممقوت .

Tamayyuz dari orang-orang yang melakukan kebatilan dengan tetap berpegang teguh pada kebenaran adalah cara untuk mencapai petunjuk dan keistiqamahan. Namun, hal ini hanya akan tercapai jika seseorang membuang pandangan-pandangan yang salah yang dapat merusak pemahaman tentang konsep tamayyuz, sehingga tidak terjebak dalam fanatisme (ta'ashub) yang dibenci. 

📍فلم يكن قط مفهوم التميز عن أهل الباطل عند أهل العلم مرادف لمعنى التجلد على اجتهادات آحاد أهل العلم أو بعضهم في مسائل لا تعدوا أن تكون في ميزان العلم خطأ أو صوابا مهما تجلد لها ذاك العالم أو نافح عنها . 

Bukanlah tamayyuz dengan ahlul bathil dalam pandangan ahlul ilmi adalah  sinonim dengan makna fanatisme atau pemaksaan terhadap satu individu atau sebagian ulama dalam masalah-masalah yang tidak melebihi dari timbangan benar atau salah, meskipun ulama tersebut berusaha dengan keras atau membelanya.

Faedah dalam pembahasan ilmiah berjudul HAJRUL MUBTADI' oleh Asy-Syekh Muhammad bin Hazam

فائدة في هجر المبتدع  للشيخ أبي عبدالله محمد بن حزام وفقه الله

Faedah dalam pembahasan ilmiah berjudul HAJRUL MUBTADI' Oleh Asy-Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Hizam waffaqahullah

Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah

Terjemah bebas dari:


مبحث في قضية هجر المبتدع مفاده التفصيل و يرجح فيه ويذهب فيه مذهب شيخ الإسلام إبن تيمية -في التفصيل- وذلك أن هجر المبتدع للتأديب والزجر إنما يكون لمصلحة راجحة متحققة وإن كان هجره هو الأصل وأما هجر بدعته فإنها واجبة على كل حال ردا لمن أطلق ولم يخصص ...  

Pembahasan tentang menjauhi (hajr) mubtadi' dengan perincian dan penekanan pada pandangan Syekhul Islam Ibnu Taimiyah - dalam perincian - yaitu bahwa menjauhi mubtadi' untuk tujuan mendidik (menghukum) dan menegur hanya dilakukan jika manfaat yang lebih besar tercapai, meskipun menjauhinya adalah prinsip asalnya. Sedangkan menjauhi bid'ah itu sendiri merupakan kewajiban dalam segala keadaan, sebagai bentuk bantahan terhadap orang yang memutlakkan dan tidak membedakan...

Siapakah yang Pertama Kali Mencetuskan Istilah "Ahlussunnah" ?

SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI MENCETUSKAN ISTILAH "AHLUSSUNNAH" ?

📩 Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته , أحسن الله إليك

Wahai Syaikh, berikanlah kami faedah tentang istilah ahlussunnah wal jamaah : Sejak kapan istilah ini mulai populer, siapa yang mempopulerkan pertama kali dan apa sebabnya Jazakallahukhoir.

🔖Jawaban :

Dijawab oleh:

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته..

📍Akhi -hafidzokallah- ada beberapa poin prinsip yang harus diketahui:


1️⃣ Pertama : Perlu diketahui bahwa yang pertama kali menggunakan istilah "sunnah" dan "ahlussunnah" adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, beliau yang menggunakan istilah ini, dan menjelaskan kepada kita bahwa mengikuti "Sunnah" beliau adalah sebab keselamatan, dan bahwa islam yang sebenarnya adalah dengan mengikuti "sunnah" beliau.

Ketika Menghadapi Permasalahan Khilafiyah Ijtihadiyah dalam Lingkup Ahlissunnah wal-Jama'ah

 عند مواجهة المسائل الخلافية الإجتهادية

Ketika Menghadapi Permasalahan Khilafiyah Ijtihadiyah dalam Lingkup Ahlissunnah wal-Jama'ah
(Audio 3 Bahasa : Arab, Inggris dan Indonesia)

Presented by:
 Asy-Syaikh Ahmad Banajah Hafidzahullah
Surabaya, Indonesia (C) 2020


Memutus Hubungan dengan Ahlul Bid'ah, Kewajibannya dan Pedoman-pedomannya

هجر المبتدعة -- وجوبه وضوابطه
وهو بحث مختصر لفضيلة شيخنا المبارك أبي عبد الله محمد بن علي بن حزام البعداني حفظه اللّــــه ورعاه ونفع به الإســلام والمسلمين

MEMUTUS HUBUNGAN DENGAN AHLUL BID'AH, KEWAJIBANNYA DAN PEDOMAN-PEDOMANNYA

Sebuah penelitian singkat dari syaikh kami yang mulia, Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam al-Ba'dani semoga Allah menjaga dan melindungi beliau serta bermanfaat bagi umat Islam dan Muslimin

Terjemah bebas dari:
Part 1 - Part 2 - Part 3 - Part 4
Catatan penting! : 
bacalah penelitian ini setelah kamu paham dengan jelas dan tidak ambigu tentang  definisi ahlul bid'ah atau mubtadi' di sisi ulama hadits dan jarh wa ta'dil, agar proporsional dalam praktek dan sesuai dengan maksud penulis -Ed

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم 

الحَمْدَ للهِ الذِي أَرْسَلَ رَسَولَهُ بِالهُدَى ودِينِ الحَقِّ لِيُظهرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُون، ثُمَّ أَكْمَلَ اللهُ بِهِ الدِّينَ، وَأَتَمَّ بِهِ النِّعْمَةَ؛ وَجَعَلَ مَنْ اتَّبَعَهُ هُمُ أَهَلَ الحَقِّ وَالهُدَى، وَمَنْ خَالَفَ هَدْيَهُ هُمْ أَهَلَ الضَّلَالِ وَالرَّدَى.

وَأَشْهَدُ أنْ لَا إِله إِلا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَريكَ لَهُ، وَأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ المُصْطَفَى، وَإِمَامُ الأَتقِياءِ، وَخَاتَمُ الأَنْبياءِ، وَسَيِّدُ المُرسَلينَ، وَخَلِيلُ ربِّ العَالمِينِ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ اتَّبعَهُ بِإحْسَانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: 

Menyikapi Orang-Orang yang Memaksakan Pendapatnya dalam Melakukan Tabdi' Kepada Manusia

MENYIKAPI ORANG-ORANG YANG MEMAKSAKAN PENDAPATNYA DALAM MELAKUKAN TABDI' KEPADA MANUSIA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أستاذنا. كيف نتعامل مع الغلاة الذين يلزمون الناس بالتبديع وينفرون من هذا المنهج القويم؟ وفقنا الله وإياكم.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Wahai Ustadz, Bagaimana kita berinteraksi dengan / bersikap kepada orang-orang yang fanatik (ghuluw) yang memaksa manusia untuk mengikuti pendapat mereka dalam melakukan tabdi' dan menolak metodologi yang benar? Semoga Allah memberi kita kemudahan dan membimbing kita ke jalan yang benar.

JAWABAN :

Dijawab oleh :
Fawaid terkait lainnya bisa lihat di sini

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

📌الجواب 

بالاستقراء والتجربة تعلم أن التعامل الناجع مع من كان هذا وصفه لا يكون إلا من جهتين لا ثالث لهما ولابد أن تتلازم تلك الجهتان أثناء التعامل معهم على حد سواء بلا تغليب جهة على أخرى إلا إذ اقتضت ذلك القرائن الصحيحة .

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

📌Jawaban:

Melalui pengamatan dan pengalaman, kita belajar bahwa cara terbaik dan efektif untuk menyikapi orang yang memiliki ciri-ciri ini hanya melalui dua pendekatan tanpa ada yang ketiga. Kedua pendekatan ini harus saling terkait ketika kita berinteraksi dengan mereka, tanpa mendominasi pendekatan yang satu atas yang lain, kecuali jika bukti yang benar membenarkan pendekatan tersebut.

Al-Wala' Wal Bara' Pada Permasalahan Khilafiyah

AL-WALA' WAL BARA' PADA PERMASALAHAN KHILAFIYAH

📩 Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أحسن الله إليك...

Apakah bisa dibangun wala wal baro' pada perkara yang ulama ada perbedaan pendapat? Misal tentang gambar dengan fotografi, video, muasasah untuk masjid dan madrasah (pada sebagian tempat wajib membuatnya), dll.

جزاك الله خيرا وبارك الله فيك

📝 Jawaban : 

Dijawab oleh:


وعليكم السلام و رحمة الله و بركاته..

Wala' wal bara' tidak boleh diterapkan pada permasalahan-pemasalahan yang terdapat padanya perselisihan antara ulama ahlussunah wal jamaah karena ini bentuk dari ta'ashub. Maka wala' dan bara' diterapkan pada permasalahan yang tidak terjadi padanya khilaf antara ulama ahlussunah wal jamaah.

Sikap Ahlussunah Terhadap Atsar Salaf رحمهم الله

SIKAP AHLUSSUNAH TERHADAP ATSAR SALAF رحمهم الله SEKALIGUS BANTAHAN TERHADAP "SHIDDIQ AL-FITNAH"

📩 Pertanyaan :

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته..

Ditanyakan kepada akh "Shiddiq" tentang bagaimana hukum mengusir orang yang dianggap terfitnah yang bergabung ke masjid ahlussunah? Kemudian beliau menjawab bahwa itu diperbolehkan berdalil dengan atsar Imam Malik رحمه الله ketika beliau mengusir orang yang datang bertanya kepada beliau tentang sifat istiwa'nya Allah تعالى. Bagaimana tanggapan anda wahai syaikh tentang jawaban beliau?

🔖 Jawaban :

Dijawab oleh :

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته..

Ya akhi Al-Fadhil..

Menanggapi jawaban "Shiddiqul-fitnah" tentang pertanyaan yang diajukan kepadanya, bagaimana dia menggunakan atsar Imam Malik untuk menghukumi bolehnya mengusir ahlul bid'ah dari masjid ahlussunah. Kalau memang demikian yang dia amalkan saya kira banyak orang-orang yang diusir dari masjid nya padahal mereka ahlussunah. Dengan kedhalimannya dan dia tidak merasa bahwa dia dzalim.. ini adalah bahaya besar dalam da'wah

Jawaban beliau diatas perlu ditinjau dari beberapa sisi :

🛑 Pertama : Atsar Imam Malik رحمه الله 

dalam ilmu ushul dinamakan:

 أثر سلفي في معين

yaitu atsar salaf yang ditujukan pada orang tertentu. Atsar semacam ini tidak bisa dijadikan qiyas secara mutlak. Seperti yang selalu saya jelaskan bahwa untuk memahami atsar salaf harus mengilmui betul bagaimana keadaan saat itu dan apa kaedah-kaedah yang diterapkan dalam atsar tersebut. 

TRENDING