} h3.post-title{ text-align: center; } .post-title {text-align:center;} -->

Apakah Lurusnya Shaf Menjadi Sebab Kuatnya Ukhuwah

📌 APAKAH LURUSNYA SHAF MENJADI SEBAB KUATNYA UKHUWAH ??

📩 Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberitahu kepada kita bahawa jika saf tidak dirapatkan tatkala solat jamaah, maka hati2 kita akan berselisih. Maka mafhum mukhalafahnya ialah jikalau saf dirapatkan, maka hati tidak akan berselisih.

Pada zaman ini, kita lihat bahawa orang2 yg paling memerhatikan dan mengamalkan perintah merapatkan saf adalah mereka yang menisbahkan diri mereka sebagai salafiyyun.

Akan tetapi, secara waqi' kita lihat bahawa banyak perselisihan sentiasa berlaku antara salafiyyun sehingga saling mentabdi' dan memboikot antar satu dengan yang lain.

Mengapa perkara ini berlaku sedangkan sabda Nabi pasti benar.


🔖 Jawaban :

🖋️ Dijawab oleh : Asy-Syaikh Abul Athoo' Ahmad Banajah حفظه الله


وعليكم السلام و رحمة الله و بركاته.

📍 مفهوم المخالفة الذي ذكرته ليس صوابا على اطلاقه بل فيه تفصيل... 

وذلك أنك حملت معنى الحديث على وجه العموم بينما هذا الحديث يتناول صفوف الصلاة ، إذا فمعناه أخص إذ أنه متعلق بالصلاة .. 

Da'wah dan Wasilah Da'wah

DA'WAH DAN WASILAH DA'WAH

📩 Pertanyaan :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
أحسن الله إليك

Bagaimana membedakan manhaj dakwah dengan wasilah dakwah. Karena manhaj dakwah itu tauqifiyah, sedangkan wasilah dakwah itu ijtihadiyah. Mohon penjelasan keduanya. Saya masih bingung membedakannya. جزاك الله خيرا وبارك الله فيك

🔖Jawaban :

Dijawab oleh: Asy Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته..

Perbedaan antara da'wah dengan wasilah da'wah adalah perbedaan yang jelas..

📍Dimana da'wah adalah menyeru dan mengajak manusia untuk mengikuti Al-Qur'an dan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم yang keduanya merupakan kebaikan..

Kumpulan Khutbah 'Ied dan Jum'at

KUMPULAN AUDIO KHUTBAH 'IED DAN JUM'AT

Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah
Masjid Darul Ilmi, Manukan - Surabaya (C) 2020



Hukum-hukum Seputar Shalat Hari Raya

HUKUM-HUKUM SEPUTAR SHALAT HARI RAYA
dari Kitab 'Umdatul Ahkam Karya Al Imam Abdul Ghani al Maqdisi Rahimahullah

Arsip (C) 2020 Masjid Darul Ilmi, Surabaya

Mudah Memahami Hukum-hukum Seputar Haid

MUDAH MEMAHAMI HUKUM-HUKUM SEPUTAR HAID
dari Kitab 'Umdatul Ahkam Karya Al Imam Abdul Ghani al Maqdisi Rahimahullah

Arsip (C) 2020 Masjid Darul Ilmi, Surabaya

Nasehat Pernikahan

✒️ NASEHAT PERNIKAHAN 

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

✍️ Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abul Athoo' Ahmad Banajah حفظه الله تعالى


عن عَائِشَةَ رضي الله عنها أنها سئلت  : كَيْفَ كَانَ خُلُقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِهِ ؟ قَالَتْ : كَانَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا  سَخَّابًا  بِالْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ مِثْلَهَا، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ. 

📖 Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها beliau ditanya : "Bagaimana akhlak Nabi صلى الله عليه وسلم terhadap keluarganya?" Beliau menjawab : "Beliau adalah seorang yang paling baik akhlaknya, tidak pernah berbuat keji atau menuduh keji, tidak juga berteriak-teriak di pasar, tidak pernah membalas kejelekan dengan yang serupa bahkan beliau memaafkan dan merelakan."

📍 Saya sampaikan : bahwa hadits ini merupakan tolak ukur dalam fikih pernikahan dan dalam bermuamalah dengan para istri, dan ini adalah contoh nyata dari Rasulullah عليه الصلاة والسلام sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits :

  "فإن استمتعت بها استمتعت بها على عوج "

Safarnya Wanita Tanpa Mahram

SAFARNYA WANITA TANPA MAHRAM UNTUK HAJI YANG WAJIB

Dijawab oleh:

Arsip Masjid Darul Ilmi Manukan
Surabaya (C) 2020

Hukum Memotret Makanan, Pakaian atau Semisalnya untuk Status WA

 HUKUM MEMOTRET MAKANAN, PAKAIAN, ATAU SEMISALNYA UNTUK DIBAGIKAN* KE STATUS WHATSAPP ATAU GRUP UMUM
( * bukan untuk tujuan iklan/dagang )


📩 Pertanyaan :

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته..

Bagaimana hukum syariat mengenai perbuatan memotret makanan, pakaian, atau privasi lain yang kemudian dibagikan di status WhatsApp atau grup umum dengan dalih menampakkan kebahagiaan ..?

🔖 Jawaban :

Dijawab oleh:

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته..

Perbuatan ini tidak disyariatkan karena adanya beberapa dampak buruk. 

🍃 Bahkan ini menunjukkan cara berpikir yang salah dari orang-orang yang melakukannya, dari dua sisi :

🔅 Pertama : 

Tentang apa yang membuat mereka senang den bahagia.

Dimana kebahagiaan seperti yang disampaikan penanya, berbahagia dengan makanan, pakaian, atau selainnya yang kemudian dibagikan di status atau grup umum menunjukkan pemikirannya yang dangkal dan pemahamannya yang lemah.

Pujian dan Celaan

PUJIAN DAN CELAAN

Terjemah bebas dari: 

Ditulis oleh:


📌 فائدة سلوكية

Faedah Sulukiyah

في أن محبة المؤمنين وإعجابهم بالمؤمن إنما هي من آثار رحمة الله تعالى ورضاه فالمقصد الشرعي إنما هو في السعي في رضا الله تعالى ومحبته وهي سبب ينتج عنه محبة المؤمنين برحمة من الله وفضل  : 

Kecintaan dan kagumnya orang mukmin terhadap sesama mukmin hanyalah merupakan salah satu efek dari rahmat dan ridha Allah Ta'ala. Tujuan syari'at sebenarnya adalah berusaha untuk meraih ridha dan kecintaan Allah Ta'ala, yang merupakan sebab timbulnya kasih sayang antara sesama mukmin berkat anugerah dan karunia Allah.

📌 فكما أن العباد  يتوجهون إلى الله طلبا لحياة الأرض بعد موتها فإن حييت فذلك من آثار رحمة الله فكذلك العبد يتوجه إلى الله تعالى طلبا لحياة قلبه برضا ربه عنه فإذا حصل ذلك اجتمعت عليه القلوب بآثار رحمة الله ورضاه عنه .  

Seperti halnya hamba-hamba Allah yang berharap kepada-Nya untuk menghidupkan bumi setelah kematiannya, jika ia diberi kehidupan tersebut, itu adalah salah satu efek dari rahmat Allah. Demikian pula, seorang hamba berharap kepada Allah Ta'ala untuk kehidupan hatinya dengan ridha-Nya. Jika hal itu terwujud, hati-hati tersebut bersatu dengan efek-efek rahmat dan ridha Allah.

📍 وأما من يكد مجتهداً في بث الإعجاب بين من حوله طلبا لمحبتهم فليس بالضرورة أن يحصدها ولكن من قصد رضا الله تعالى فلا شك أن يحصد محبة الصادقين وهذا يلزم إعجابهم كذلك . 

Melakukan Penelitian dan Evaluasi yang Mendalam Sebelum Merespons atau Menanggapi

📌 فائدة منهجية : الورود قبل الردود

Faedah Manhajiyah:

MELAKUKAN PENELITIAN DAN EVALUASI YANG MENDALAM SEBELUM MERESPON ATAU MENANGGAPI SESUATU

Terjemah bebas dari:
t.me/collectionofqnawithahmadbanajah/2012

Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Ahmad Banajah hafidzahullah


📍 يعجب الناظرممن ينتهج البحث في كتب الردود لتحقيق الحقائق ولما يحققها ابتداءا على وجه مستقل ! 

Orang yang mengamati dan mengikuti penelitian (pembahasan ilmiah) dalam buku-buku bantahan dalam rangka mencapai kebenaran dan menempuhnya secara independen adalah sesuatu yang sangat mengesankan.

📍 فكيف يصيب كبد الحق وقد مالت نفسه ابتداءا بالبحث عنه في كلام الراد على المردود !

Maka bagaimana bisa seseorang itu akan mencapai kebenaran yang sejati jika dia sudah memihak kepada dirinya sendiri dari awal dengan mencari-cari kebenaran dalam argumen balasan terhadap yang ditanggapi!

📍 فمثله كمثل من يبتدئ تعلم الفقه من خلال كتب الخلاف المفصل التي لا يستطيعها إلا فقيه على الآصالة ! فأنى مثل هذا ليفقه!

Mengangkat Celaan Terhadap Ulama Umat Yang Terjatuh Pada Kesalahan atau Ketergelinciran

Mukhtashor
ROF'UL MALAM 'ANIL AIMMATIL A'LAM
Mengangkat Celaan Terhadap Ulama Umat Yang Terjatuh Pada Kesalahan atau Ketergelinciran

Sebuah risalah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

Masjid Darul Ilmi, Surabaya (C) 2020

Kitab beliau ini memberi perhatian serius tentang sebab-sebab ikhtilaf para ‘ulama dan cara umat Islam menyikapi perbedaan pendapat para imam tersebut. Perlu dijelaskan di awal bahwa ‘ulama atau imam yang dimaksud di sini adalah para ‘ulama dan imam mujtahid, yang punya kemampuan memahami al-Qur’an dan as-Sunnah dengan metodologi yang benar. 

 Al Imam Ibnu Taimiyah di awal kitab beliau ini menjelaskan kewajiban umat Islam untuk bersikap loyal terhadap sesama kaum muslimin –setelah loyalitas kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam–, terlebih lagi kepada para ‘ulama. Karena ‘ulama merupakan pewaris para Nabi (ورثة الأنبياء ) yang Allah jadikan mereka laksana bintang yang menjadi penunjuk jalan dalam kegelapan di daratan dan lautan.
 

Petunjuk Yang Terang Bagi Ahlul Haq Dan Ahlul Sunnah Dari QS. At-Tawbah 126

📌 فائدة منهجية : 

في بيان أصل منهجي ينتج عنه ترقي الفكر والازدياد من الخير وقبل ذلك الازدياد من القرب من الله تعالى

Faedah Manhajiyah :

Tentang penjelasan prinsip manhaji, yang dengannya menghasilkan kemajuan pemikiran, peningkatan kebaikan, dan sebelum itu : peningkatan kedekatan dengan Allah Ta'ala

Ditulis oleh :

Terjemah bebas dari :

قال الله تعالى : أَوَلَا یَرَوۡنَ أَنَّهُمۡ یُفۡتَنُونَ فِی كُلِّ عَامࣲ مَّرَّةً أَوۡ مَرَّتَیۡنِ ثُمَّ لَا یَتُوبُونَ وَلَا هُمۡ یَذَّكَّرُونَ } [التوبة: ١٢٦]

Allah Ta'ala berfirman: Tidakkah mereka menyadari bahwa mereka diuji setiap tahun sekali atau dua kali, kemudian mereka tidak bertaubat dan tidak mengambil pelajaran? [Surah At-Tawbah: 126]

📍هذه الآية العظيمة من سورة التوبة تعتبر منار سبيل عند أهل الحق والسنة.

 فهي بيان كاف شاف فيما يجب عليهم تجاه كل المصائب التي يبتلون فيها في الدين والدنيا.  

Ayat yang agung dari Surah At-Tawbah ini , diambil i'tibar darinya petunjuk yang terang bagi Ahlul Haq dan Ahlul Sunnah. 

Ayat ini memberikan penjelasan yang memadai tentang apa yang seharusnya mereka lakukan dalam menghadapi segala musibah yang mereka diuji dengannya, baik dalam perkara agama maupun dunia.

📍إذ أنها فيصل يميزهم عن أحوال المنافقين المغترين بحالهم في تلك المقامات أي مقامات الابتلاء والمصائب والمحن . 

وبيان ذلك كالتالي : 

Diantara Jalan-Jalan Kebodohan, Hawa Nafsu dan Taqlid Buta (2)

تأصيلات تيمية وتقريرات علمية في تمييز سبل العلم والهدى والتجرد و السلفية

PONDASI DASAR PEMIKIRAN IBNU TAIMIYAH DAN PENJELASAN ILMIAH DALAM MEMBEDAKAN JALAN-JALAN ILMU, PETUNJUK, PEMURNIAN DIRI, DAN METODOLOGI SALAFIYAH

Ditulis oleh:

Part 1  -  Part 2  -  Part 3


من طرق الجهل و الهوى والتقليد بالتبعية

DIANTARA JALAN-JALAN KEBODOHAN, HAWA NAFSU, DAN TAQLID BUTA


قال رحمه الله :

ولما كان العدل لا بد أن يتقدمه علم - إذ من لا يعلم لا يدري ما العدل . والإنسان ظالم جاهل إلا من تاب الله عليه فصار عالما عادلا - صار الناس من القضاة وغيرهم ثلاثة أصناف: العالم الجائر والجاهل الظالم؛ فهذان من أهل النار كما قال النبي صلى الله عليه وسلم:" {القضاة ثلاثة :  قاضيان في النار وقاض في الجنة: رجل علم الحق وقضى به فهو في الجنة؛ ورجل قضى للناس على جهل فهو في النار؛ ورجل علم الحق وقضى بخلافه فهو في النار}

Berkata (Ibnu Taimiyah) rahimahullah :

Keadilan itu harus didahului oleh ilmu / pengetahuan - dikarenakan orang yang tidak memiliki pengetahuan, tidak tahu apa itu keadilan. 

Dan manusia adalah seorang yang zalim dan jahil, kecuali orang yang Allah telah memberikan taubat kepadanya sehingga ia menjadi seorang yang berilmu dan adil. 

Orang-orang dari kalangan hakim dan selain mereka dapat dibagi menjadi tiga golongan: hakim yang zalim, hakim yang jahil; keduanya dari penghuni neraka seperti yang disebutkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم: "Hakim itu terbagi menjadi tiga kelompok: dua di antaranya berada dalam neraka dan satu di surga: seorang yang mengetahui kebenaran dan menjalankannya, maka dia berada di surga; seorang yang memberi keputusan kepada manusia dalam kejahilan, maka dia berada dalam neraka; dan seorang yang mengetahui kebenaran tetapi memutuskan berlawanan dengannya, maka dia berada dalam neraka".

فهذان القسمان كما قال: " {من قال في القرآن برأيه فأصاب فقد أخطأ ومن قال في القرآن برأيه فأخطأ فليتبوأ مقعده من النار}.

Diantara Jalan-Jalan Kebodohan, Hawa Nafsu dan Taqlid Buta

 تأصيلات تيمية وتقريرات علمية في تمييز سبل العلم والهدى والتجرد و السلفية

PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMIKIRAN IBNU TAIMIYAH DAN PENJELASAN ILMIAH DALAM MEMBEDAKAN JALAN ILMU, PETUNJUK, PEMURNIAN DIRI, DAN METODOLOGI SALAFIYAH

Ditulis oleh:

Part 1   -    Part 2    -    Part 3


من طرق الجهل و الهوى والتقليد بالتبعية

DIANTARA JALAN-JALAN KEBODOHAN, HAWA NAFSU, DAN TAQLID BUTA


قال رحمه الله :

(وأما إن قلد شخصا دون نظيره بمجرد هواه ونصره بيده ولسانه من غير علم أن معه الحق فهذا من أهل الجاهلية. 

وإن كان متبوعه مصيبا لم يكن عمله صالحا. وإن كان متبوعه مخطئا كان آثما. 

كمن قال في القرآن برأيه فإن أصاب فقد أخطأ وإن أخطأ فليتبوأ مقعده من النار ) 

Kata beliau (Ibnu Taimiyah) rahimahullah :

Dan adapun jika seseorang taqlid pada orang lain tanpa memiliki bukti yang kuat, hanya karena mengikuti hawa nafsunya dan mengikuti pendapatnya dengan tangan dan lisan tanpa memiliki pengetahuan bahwa dia memiliki kebenaran, maka ini termasuk sikap ahlul Jahiliyyah.

Jika orang yang diikuti tersebut benar, itu tidak akan membuat amal perbuatan seseorang menjadi baik. Dan jika orang yang diikuti tersebut salah, itu akan membuat seseorang berdosa.

Seperti orang yang menyatakan pendapatnya sendiri tentang Al-Quran, jika dia benar, dia telah melakukan kesalahan. Dan jika dia salah, maka dia akan menempati tempatnya di Neraka.

📌أقول :

إن هذا التقرير في كلامه وكلام غيره من الأئمة فيه بيان خطأ من يحمل الناس على رأيه أو رأي آخر معظم عنده بدعاوى غير سائغة مهما كانت تلك الدعاوى في أصلها فاضلة كالشرف والسيادة والإجتهاد والنبوغ والتأليف والتنسك والإخبات و الزهد والورع والشجاعة والجهاد و الثبات والذكاء والحلم والصبر على الشدائد و الكلام في أهل البدع وحسن الإدارة و السمت و الصدقة و الإنفاق على طلاب العلم وعمارة المساجد وجودة أدآء القرآن وحسن التدريس و تخريج الطلاب والقدم في الدعوة وكثرة التلاميذ وتعدد المشايخ وغير ذلك من الفضائل.  

Kapan Seseorang Dikatakan Keluar Dari Sunnah Menuju Bid'ah

جواب مفيد عن مسألة مهمة وهي : متى يخرج الرجل من السنة إلى البدعة》لفضيلة الشيخ محمد بن حزام البعداني الفضلي حفظه الله ورعاه

Jawaban yang bermanfaat mengenai masalah penting : KAPAN SESEORANG DIKATAKAN KELUAR DARI SUNNAH MENUJU BID'AH Oleh Fadhilat Sheikh Muhammad bin Hizam Al-Ba'dani Al-Fadhli, semoga Allah menjaganya dan memberinya perlindungan

Terjemah bebas dari : t.me/ibnhezam/11899


بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang.

📩 الســــــــــــؤال:  يقول السائل: متى يحكم على الرجل بأنه خرج من السنة، وصار من أهل البدع؟ 

📩 Pertanyaan:

Pertanyaannya adalah: Kapan seseorang dianggap keluar dari Sunnah dan menjadi pengikut bid'ah?

📝 الإجـــــــــابة :- 

الحمد لله الهادي من يشاء من عباده إلى صراط مستقيم، من هداه فبفضله، ومن أضله فبعدله، ولا يظلم ربك أحدًا. 

📝 Jawaban:

Segala puji bagi Allah, yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya menuju jalan yang lurus. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh-Nya, maka itu adalah karunia-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka itu adalah keadilan-Nya. Dan Tuhanmu tidaklah menganiaya seorang pun.

وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله وخليله، بعثه الله مبشرًا ونذيرًا، وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرًا، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه، وسلم تسليما كثيرًا. أما بعد :

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang Allah mengutusnya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, serta penerang yang diizinkan oleh Allah. Semoga Allah memberikan shalawat dan salam atasnya, keluarganya, dan para sahabatnya. Setelah itu:

فقد قال الإمام أحمد رحمه الله: إخراج الناس من السنة شديدٌ. أخرجه الخلال (٥١٣) بإسناد صحيح. 

Imam Ahmad rahimahullah pernah mengatakan, "Mengeluarkan seseorang dari Sunnah adalah perkara yang serius." Hal ini diriwayatkan oleh Al-Khallal (513) dengan sanad yang sahih.

TRENDING