Hikmah dalam Kisah dan Sejarah
Tahsin QS. Muhammad
Part 8 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8
جهة الإخلال الثانية :
وهي أبعد وذلك استجلابه وذكره لقضية "تربية النساء" في خضم كلامه رغم أنه ليس لي فيها ناقة ولا جمل وليس بينها وبين هذه القضية من ناحية الحكم أي علاقة أو إتصال ؟!
Sisi pelanggaran yang kedua:
Sisi ini adalah yang lebih jauh, yaitu dia membawa dan menyebutkan masalah "pendidikan wanita (pondok tarbiyatun nisa)" di tengah-tengah pembicaraannya, padahal saya tidak memiliki kaitan dengannya dan tidak ada hubungan atau keterkaitan antara masalah ini dengan perkara yang sedang dibahasnya.
وهنا أقول : أليس هذا تغريرا- وإن لم يقصد - بعواطف القارئ المبغض المخالف لقضية تربية النساء ؟! فلربما يحكم ويأخذ بقوله قبل أن يفهم مناط الخلاف والصواب من الخطأ فيما نحن بصدده؟! أم أن الغريق يتمسك ولو بقشة؟!
Part 7 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8
وممن صرح بأن القضية ليست من العقائد ابن عثيمين رحمه
الله وإن كان مذهبه التفصيل
Dan di antara mereka yang menyatakan bahwa masalah ini bukan termasuk dalam aqidah adalah Ibn Utsaimin -semoga Allah merahmatinya-, meskipun mazhabnya adalah tafsil.
Part 6 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
Part 5 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
Part 4 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
Terjemah bebas dari :
https://ahmadbanajah.blogspot.com/2020/08/melihat-dengan-dua-mata-khilaf-gambar-fotografi.html
فائدة مهمة ونبذة عن كتاب الوادعي رحمه الله :
Part 3 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8
حوار هادئ
Diskusi Santai
تقدمة : ( المسائل الإجتهادية المختلف فيها بين علماء السنة المعتبرين لا تمنع من تخطئة المخالف وبيان خطئه بالتي هي أحسن فربما بنصحه سرا وربما جهرا وربما غير ذلك ولكنها توجب الألفة والمحبة والإحترام فلا تقطع الأخوة بخلاف من خالف في مسائل قطعية مجمع عليها بينهم وكلامهم في تقرير ذلك كثير ولولا الإطالة لذكرت ذلك.
Pengantar :
Perbedaan pandangan yang ada di antara ulama sunnah yang dianggap masyhur tidak menghalangi untuk menunjukkan kesalahan orang yang berbeda pendapat, dengan cara yang lebih baik. Mungkin dengan memberi nasihat secara rahasia, mungkin secara terbuka, atau mungkin cara lain. Namun, ini mewajibkan kasih sayang, cinta, dan saling menghormati, sehingga perselisihan tidak memutuskan tali persaudaraan antara mereka yang berselisih pendapat tentang masalah-masalah yang sudah disepakati di antara mereka. Banyak yang telah dikatakan oleh mereka dalam menjelaskan hal tersebut, dan jika tidak terlalu panjang, saya akan menyebutkan semuanya.
Part 2 - Penggunaan Gambar & Video dalam Dakwah ; Sebuah Tanggapan, Diskusi, Saran dan Penjelasan
PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
* Ungkapan تحرير موضع النزاع dapat diartikan sebagai "memperjelas posisi yang menjadi sumber konflik atau perselisihan agar dapat dicapai kesepakatan atau solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat". Dalam konteks makalah perdebatan ilmiah, hal ini dapat merujuk pada upaya untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi perbedaan pandangan atau argumen yang muncul dalam topik yang diperdebatkan, dan kemudian memaparkan secara jelas dan terperinci posisi atau argumen masing-masing pihak untuk mencapai kesepakatan atau pemahaman bersama. Dengan demikian, ungkapan ini menekankan pentingnya komunikasi dan pemahaman yang jelas dalam memecahkan konflik atau perselisihan dalam konteks akademik. - Ed
إن مما ينبغي فعله ابتداء هو أن يحرر موضع الخلاف ليناط به الكلام فلا يتشعب النقل كما ما هو ظاهر في بعض الأبحاث والردود ولكي لا يكثر الأخذ والرد لاسيما إذا كان المقام لا يحتاجه وكما قيل (خير الكلام ما قل ودل ).
وسأعرض هذا التحرير بصيغة مبسطة ليسهل فهمه إن شاء الله تعالى .
Dalam konteks penulisan makalah perdebatan ilmiah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengklarifikasi posisi atau argumen yang menjadi sumber konflik agar pembahasan tidak terlalu rumit dan terbagi-bagi. Hal ini juga dapat membantu menghindari terlalu banyak pengambilan atau tanggapan, terutama jika posisi atau argumen tersebut tidak relevan. Seperti yang sering dikatakan, 'sebaik-baik perkataan adalah yang sedikit tetapi bermakna.'
Part 1 - PENGGUNAAN GAMBAR & VIDEO DALAM DAKWAH ; SEBUAH TANGGAPAN, DISKUSI, SARAN DAN PENJELASAN
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8
تعقيب ونقاش ونصح وبيان
بأن التصوير الدعوي خطأ لا يجوز وصفان كافيان
وأما زيادة التبديع بحجة التصويرفقط ليس عليها برهان
وتعقيب خفيف ونصح لطيف لبعض الأفاضل من الإخوان
ممن تكلفوا التفرد فأطلقوا فيه التبديع بلا سلف وسلطان
فاتقوا الله في أهل السنة يا أهل السنة والقرآن
TANGGAPAN, DISKUSI, NASEHAT, DAN PENJELASAN
Bahwa penggunaan gambar (dan video makhluk bernyawa) dalam dakwah adalah kekeliruan (kesalahan) dan tidak diperbolehkan adalah pandangan yang mencukupi. Adapun penambahan pentabdian (vonis mubtadi') dengan alasan penggunaan gambar semata, tidaklah memiliki dasar yang kuat dan argumen yang cukup. Ini adalah catatan ringan dan saran yang lembut untuk beberapa saudara kami yang mulia yang mencoba memaksakan diri dengan melakukan pentabdian -karena permasalahan gambar semata- tanpa salaf dan landasan yang kuat. Jagalah ketakwaan kepada Allah dalam menjaga ukhuwah Ahlussunnah, wahai orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Quran & Sunnah.
Penulis : Asy-Syaikh Ahmad Banajah - Hafidzahullah -
Sejarah Pembukuan Al-Quran | Kajian Ulumul Qur'an
Oleh : Asy-Syaikh Ahmad Banajah Hafidzahullah
Darul Ilmi Manukan, Surabaya - Indonesia (C) 2019